Daerah  

Tiga Meriam Raphael, JADI SIMBOL LANDMARK BERAROMA SEJARAH

Titik kemacetan dirubah menjadi Ruang Refleksi Publik

meriam
Pose bersama setelah pemasangan 3 Meriam Raphael di Bunderan Jati Cimahi. *(photo: istimewa)

(CIMAHI), Infolensanews.id – Kawasan Pertigaan Jalan Jati Serut yang berjarak sekitar 100 meter dari pusat pemerintahan Kota Cimahi, yang selama ini menjadi titik krusial kemacetan kini dibenahi.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya Pemkot Cimahi bersama Forkopimda melakukan pemasangan 3 Meriam Raphael di Bunderan Pemkot Cimahi sebagai landmark yang beraroma sejarah Kota Cimahi.

Pemasangan disaksikan langsung Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, pada Rabu (21/1/2026), bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan dari Pussenarhanud.

Kehadiran tiga rudal tersebut menandai kelengkapan Bundaran Jati sebagai ikon baru kota.

Ornamen militer ini bukan hanya memperindah tata kota, tetapi juga menjadi penanda kuat identitas Cimahi yang sejak lama dikenal sebagai kota pendidikan dan pusat kegiatan militer.

Landmark (markah tanah atau tengara) adalah objek, bangunan, atau fitur geografis yang menonjol dan mudah dikenali, berfungsi sebagai penanda penting untuk navigasi, simbol identitas suatu tempat (kota/negara), atau memiliki nilai sejarah/budaya yang luar biasa.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Fitri Yadi, menegaskan bahwa meriam rudal yang dipajang merupakan alutsista lama yang sudah tidak lagi berfungsi.

“Rudal Raphael ini buatan Inggris sekitar tahun 1950-an dan sudah tidak aktif atau operasional. Penempatannya murni untuk estetika kota sekaligus memperkuat identitas Cimahi sebagai satu kesatuan dengan sejarah militernya,” ujarnya.

Terkait perawatan, Fitri menyebutkan bahwa Pemkot Cimahi akan bertanggung jawab penuh, namun tetap menjalin koordinasi dengan pihak Pussenarhanud.

“Ini aset yang sudah tidak operasional dan dimanfaatkan untuk mempercantik kota, tentu dengan mekanisme dan koordinasi yang sesuai aturan,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Pussenarhanud Cimahi, Letkol Afandi N., menegaskan bahwa status tiga rudal tersebut bukan hibah, melainkan pinjaman.

“Sesuai hasil koordinasi dengan Pak Wali Kota, penempatan ini sifatnya dipinjamkan kepada Pemkot Cimahi. Status kepemilikan tetap milik TNI Angkatan Darat, pencatatan administrasi barang milik negara masih tercatat dikami, di Pussenarhanud,” ungkap Letkol Afandi.

Ia menambahkan, meski secara fisik dipasang permanen di Bundaran Jati, kepemilikan tidak berpindah tangan. “Kami tidak menghibahkan atau memberikan, hanya meminjamkan. Ini bagian dari kerja sama kami dengan Pemkot Cimahi dalam mendukung penataan kota dan taman-taman kota,” ujarnya.

Afandi juga menepis anggapan bahwa pemasangan ornamen tersebut berkaitan dengan penguasaan militer.

Menurutnya, keberadaan banyak satuan TNI di Cimahi merupakan bagian dari sejarah kota sejak awal berdiri sebagai pusat lembaga pendidikan militer. “Perawatannya nanti menjadi tanggung jawab Pemkot Cimahi, termasuk pengecatan jika sudah kusam.

Untuk pengamanan, akan dilakukan patroli bersama Satpol PP, ditambah CCTV dan penerangan lampu pada malam hari,” paparnya.

Dengan hadirnya ornamen tiga meriam rudal Raphael ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap Bundaran Jati tidak hanya tampil indah secara visual, tetapi juga menjadi ruang publik yang merefleksikan sejarah, jati diri, ikon dan karakter Kota Cimahi bagi warga maupun para pendatang. *zzensyamsudin