Ragam  

Kesbangpol Cianjur Beri Penyuluhan Wawasan Kebangsaan pada TMMD Ke-129 Kodim 0608

CIANJUR, InfoLensaNews.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cianjur menggelar penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara bawarga masyarakat dalam rangka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0608/Cianjur.

Penyuluhan itu mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa” yang berlangsung di Villa Jenderal, Kampung Citamiang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur pada Selasa, 21 Juli 2026.

Kegiatan itu diikuti 25 peserta yang terdiri dari perangkat desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan masyarakat setempat. Adapun pemberi materi dalam kegiatan itu yakni, Kepala Bidang Kesbangpol Kabupaten Cianjur, Dedi Darmadi.

Turut hadir pula Staf Teritorial Kodim 0608/Cianjur, Serma Agus Supriyanto dan Kepala Desa Mekarmukti, Rudi Indra Permana.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Mekarmukti, Rudi Indra Permana mengatakan, program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, namun juga membangun mental serta semangat kebangsaan masyarakat.

“Saya harap para peserta peserta dapat memahami materi yang disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari guna memperkuat keamanan, ketertiban, dan kebersamaan di lingkungan desa,” katanya.

Sementara itu, Serma Agus Supriyanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan TMMD Ke-129.

“Saya harap masyarakat dapat kembali mengaktifkan ronda malam sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” ujarnya.

Pada sesi materi, Kepala Bidang Kesbangpol Kabupaten Cianjur, Dedi Darmadi menjelaskan, pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, dan bela negara kepada masyarakat.

Menurutnya, Kesbangpol berperan sebagai fasilitator, edukator sekaligus pengawal agar pelaksanaan TMMD berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan, bela negara bukan hanya menjadi tugas TNI saja, namun merupakan hak dan kewajiban setiap warga yang diwujudkan melalui sikap cinta tanah air.

“Gotong royong, menjaga keamanan lingkungan, serta menanamkan nilai kejujuran dan toleransi dalam keluarga,” jelasnya.

Dedi mengimbay kepada seluruh masyarakat agar bijak menggunakan teknologi informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

“Karena melawan penyebaran hoaks merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya wawasan kebangsaan, memiliki semangat bela negara, serta mampu menyaring informasi sehingga tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong.***