SOREANG, InfolensaNews id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bandung menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pengembangan Kecamatan Ibun di Bandung Selatan.
Langkah ini bertujuan untuk mentransformasi Ibun menjadi kawasan perdesaan produktif berbasis potensi lokal sekaligus pusat pelayanan lingkungan yang tangguh terhadap bencana, Senin, 20 April 2026.
Kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini fokus pada integrasi perencanaan wilayah agar selaras dengan fungsi konservasi di Kawasan Bandung Selatan. Ada empat poin utama yang dibahas: penguatan potensi ekonomi lokal, pengembangan layanan lingkungan adaptif bencana, sinkronisasi pembangunan kawasan konservasi, serta integrasi perencanaan regional.
Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, H. Marlan, menegaskan bahwa Kecamatan Ibun memiliki nilai strategis yang unik karena berada di wilayah hulu yang krusial bagi keseimbangan ekosistem.
“Pengembangan Kecamatan Ibun tidak boleh hanya fokus pada aspek ekonomi semata, tetapi harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam. Kita ingin mewujudkan Ibun sebagai model kawasan perdesaan yang produktif dan berdaya saing, namun tetap memiliki pertahanan yang kuat terhadap risiko bencana atau disaster resilience,” ujar H. Marlan saat memberikan arahan.
Lebih lanjut, H. Marlan menambahkan bahwa sinergi antar-stakeholder adalah kunci utama. Menurutnya, perencanaan yang terintegrasi akan memastikan pembangunan di Ibun tidak berbenturan dengan statusnya sebagai bagian dari kawasan konservasi Bandung Selatan.
FGD ini diharapkan mampu membangun kesepahaman kolektif agar setiap tahapan pembangunan di Kecamatan Ibun dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat tanpa mengesampingkan keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.***D13






