Wujudkan Kabupaten Bandung Bedas, Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

Bupati Akselerasi Implementasi Ekowisata Citarik

Ekowisata Citarik
(Ki ; Bupati Bandung, H M. Dadang Supriatna (DS) , Ka ; Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, H.Marlan.) *photo: ist.

SOREANG, InfolensaNews.id– Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memimpin langsung Rapat Implementasi Rencana Aksi (Renaksi) Masterplan Ekowisata Citarik yang bertempat di Rumah Dinas Bupati, Soreang, Jumat (24/4).

Langkah ini merupakan upaya strategis Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan unsur kewilayahan, jajaran perangkat daerah, serta dukungan akademisi dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Universitas Indonesia (UI).

Program Ekowisata Citarik dirancang sebagai model pembangunan berkelanjutan yang difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu Water, Waste, dan Food Nexus. Dalam implementasinya, program ini mencakup revitalisasi oxbow (sodetan sungai) untuk penguatan ekosistem air, sistem pengelolaan sampah terpadu, hingga penguatan pangan lokal melalui budidaya tanaman alternatif.

Dalam arahannya, Bupati Bandung menekankan pentingnya kemandirian setiap desa dalam mengelola sampah. Beliau mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang sudah ada serta rencana pembangunan unit baru.

“Kita ingin setiap desa memiliki sistem pengolahan sampah mandiri. Selain itu, peran Koperasi Desa Merah Putih harus diperkuat, mulai dari proses pemilahan hingga penyerapan hasil oleh offtaker.

Upaya ini diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, H.Marlan, menyatakan kesiapan instansinya dalam mengawal perencanaan ini agar tetap terintegrasi dan berdampak panjang.

“Implementasi Masterplan Ekowisata Citarik ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan manifestasi dari perencanaan yang terintegrasi. Kami di Bapperida memastikan kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dari UNPAD serta UI ini berjalan selaras dengan target jangka panjang daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa fokus pada pilar Water, Waste, and Food Nexus adalah jawaban nyata atas tantangan lingkungan saat ini. “Kami berkomitmen mendukung penuh optimalisasi TPS3R dan revitalisasi oxbow serta budidaya pangan alternatif seperti hanjeli. Tujuannya jelas, agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi kelestarian alam maupun peningkatan ekonomi lokal menuju Kabupaten Bandung yang lebih Bedas.”

Selain aspek lingkungan, program ini juga menaruh perhatian besar pada ketahanan pangan melalui budidaya hanjeli. Tanaman ini diproyeksikan menjadi komoditas unggulan yang dapat memperkuat kedaulatan pangan di wilayah Citarik dan sekitarnya.

Marlan berharap, melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Masterplan Ekowisata Citarik menjadi warisan pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang di Kabupaten Bandung.**D13