BANDUNG BARAT, InfolensaNews.id – Camat Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Sulaena Faisal menggelar musyawarah penanganan limbah kotoran ayam dan pembahasan fasos fasum Perum BIP Desa Citatah di Aula Kecamatan Cipatat, Kamis (4/9).
Musyawarah itu digelar sebagai tindaklanjut dari keluhan warga Perum BIP RT05 RW 12 Desa Citatah, Kecamatan Cipatat tentang bau tak sedap dan serbuan lalat yang diduga akibat limbah perusahaan kandang ayam.
Dalam musyawarah itu hadiri oleh sejumlah pihak terkait seperti, perwakilan Desa Citatah, pewakilan PT Agro Budi Jaya (perusahaan peternakan ayam), perwakilan pengembang perumahan dan belasan warga Perum BIP.
Turut hadir pula, sejumlah perwakilan Perangkat Daerah KBB seperti dari, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Perkim, Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Camat Cipatat, Sulaena Faisal menjelaskan, hasil musyawarah tersebut bahwa DLH KBB bakal melakukan tindakan tegas berupa penutupan sementara aktivitas pengelolaan limbah kotoran ayam dari PT Agro Budi Jaya.
“DLH KBB kayanya akan aksi mulai Senin atau Selasa mendatang. Jadi PT Agro Budi ini diberhentikan sementara dulu, dalam konteks pengelolaan limbah kotoran ayamnya,” jelas di ruangannya.
Ia pun mengatakan, peternakan masih tetap berjalan lantaran yang dihentikan hanya aktivitas pengelolaan limbahnya saja.
“Peternakannya berjalan tapi penanganan limbah kotoran ayamnya di stop dulu sementara, sambil berjalan kita cari solusi terbaik bagaimana caranya bau dan lalatnya hilang,” ujarnya.
Pihaknya sangat menghargai respon perwakilan PT Agro Budi Jaya cukup baik dalam menanggapi keluhan warga dan menerima setiap masukan saat musyawarah berlangsung.
“Saya sangat menghargai respon dari semua komponen terutama pihak PT Agro Budi Jaya cukup bagus dan responsip terhadap keberatan yang disampaikan warga serta menerima saran-saran yang kita sampaikan,” ujar Faisal.
“Semua pihak diharapkan bisa memonitoring kesepakatan dalam musyawarah, mudah-mudahan sebagaimana harapan saya dampaknya bisa jadi positif buat semuanya,” tuturnya.
Dalam musyawarah itu, Faisal memberikan kesempatan bagi warga Perum BIP untuk memuntahkan semua unek-uneknya langsung kepada pengembang perumahan maupun perusahaan peternakan.
“Kita kasih kesempatan beberapa perwakilan warga untuk menegaskan kembali setiap aspirasinya, supaya semua pihak mendengar bahwa kondisi ini memang mengalir apa adanya,” katanya.
Adapun persoalan yang berkaitan langsung dengan pengembang perumahan, ia menambahkan bahwa hal itu akan ditindaklanjuti secara khusus bersama Dinas Perkim dan Dinas PUTR KBB tentang fasos fasum.
“Hanya kita memang harus mempertimbangkan juga kesulitan dari pihak pengembang perumahan.Tapi yang jelas harus ada jalan tengahnya dan paling tidak kebutuhan dasar warganya terpenuhi baik air bersih serta lahan pemakaman atau fasos fasumnya,” pungkasnya. ***






