Daerah  

SIAPKAN LANGKAH ANTISIPASI KEKERINGAN

BMKG
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira . *(photo: istimewa)

CIMAHI, Infolensanewas.id – Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menyebutkan, Pemkot Cimahi sudah Bersiap menghadapi kemarau ekstrim akibat fenomena El Nino seperti yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG).

“Banyak sekali kemarin dari BMKG bahwa ancaman kekeringan ini merupakan ancaman serius, tapi kita tetap fokus penanganannya ke depan seperti apa,” Adhitia di Melong, Kota Cimahi.

Dirinya mengatakan, Pemkot Cimahi melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus melakukan pembaharuan titik rawan kekeringan khususnya air bersih. Meskipun secara umum hampir semua wilayah di Kota Cimahi rawan terhadap krisis air bersih dengan kategori berbeda dari mulai ringan sedang hingga ekstrim.

“Koordinasi dengan wilayah kota sudah mencoba mendata berapa titik yang terancam mengalami kekeringan ekstrim,” ucap Adhitia.

Persiapan awal, lanjut dia, pihaknya akan menyiapkan pasokan air bersih yang nantinya akan dipasok ke wilayah yang mengalami krisis air bersih. Pemkot Cimahi akan berupaya agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui ancaman kekeringan dan krisis air bersih. Setidaknya ada 312 RW yang akan mengalami kekeringan pada musim kemarau nanti.

“Kalau melihat dari potensinya, semua kelurahan di Kota Cimahi ini terancam kekeringan dan krisis air bersih artinya merata, dan puncaknya di bulan Agustus sampai Oktober 2026 nanti,” kata Fithriandy.

Sementara mengacu pada dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), pada kemarau panjang dua tahun lalu kekeringan terparah terjadi di Cimahi bagian selatan, mulai dari Kelurahan Melong, Utama, hingga Leuwigajah. **