SOREANG, InfolensaNews.id- Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar, menekankan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) harus menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Hal itu disampaikan Politisi Golkar itu setelaht mengikuti Musrenbang Kecamatan Nagreg, yang memasuki hari ketiga pelaksanaan di wilayah daerah pemilihan (dapil).
Menurut Cecep, forum Musrenbang di tingkat kecamatan menjadi titik krusial penyaringan aspirasi warga, karena langsung memotret kebutuhan dasar hingga penguatan sektor produktif di desa.
“Musrenbang ini bukan hanya rutinitas perencanaan, tapi wadah strategis untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar masuk dalam sistem perencanaan daerah. Karena itu kami mendorong agar seluruh usulan disampaikan secara konkret, terukur, dan berbasis kebutuhan lapangan,” kata Cecep, Rabu 11 Februari 2026.
Tiga isu utama yang diusulkan masyarakat dalam Musrenbang Nagreg adalah peningkatan kualitas infrastruktur dasar, penguatan ekonomi masyarakat melalui sarana dan prasarana pertanian, dan pengembangan sektor olahraga, budaya, dan sosial kemasyarakatan.
Cecep mengingatkan bahwa pagu indikatif kecamatan hanya sekitar Rp.2 miliar, sehingga perlu skala prioritas yang ketat dalam mengakomodasi usulan masyarakat. Namun, anggota DPRD dari Dapil 4 akan tetap menampung aspirasi yang tidak terakomodasi dalam pagu indikatif.
Musrenbang Nagreg menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dengan hampir 400 kegiatan yang diusulkan. *D13






