CIMAHI, Infolensanews.id – Sebanyak 400 relawan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) se-Kota Cimahi mengikuti pelatihan keamanan pangan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi, belum lama ini. Kegiatan ini berlangsung di Tecnopark Cimahi dan melibatkan berbagai instansi, termasuk Dinas Pendidikan, Dispangtan, serta 17 pengurus SPPG Kota Cimahi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, dalam sambutannya menegaskan pentingnya program ini sebagai bagian dari percepatan intervensi gizi, khususnya melalui program nasional makan bergizi gratis.
“Gizi yang baik harus dibarengi dengan keamanan pangan. Makanan yang disajikan harus bebas dari kontaminasi dan risiko keracunan,” ujar Mulyati.
Saat ini, dari 52 SPPG di Kota Cimahi, sebanyak 36 sudah beroperasi, namun sebagian masih belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi tahap awal sebelum penerbitan sertifikat tersebut.
Mulyati menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti 400 relawan per hari selama dua hari. Setelah pelatihan, pihak Dinas Kesehatan akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan ke seluruh SPPG, khususnya 16 unit yang belum memiliki sertifikasi.
Pemeriksaan meliputi: Pengujian sampel makanan. Swab alat masak dan perlengkapan. Pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium terakreditasi di Bandung. Selain itu, pengawasan rutin juga dilakukan bersama puskesmas setempat untuk memastikan standar kesehatan terus terjaga.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman relawan terkait keamanan pangan, sehingga program makan bergizi gratis di Kota Cimahi dapat berjalan aman, sehat, dan berkelanjutan. **






