Ragam  

Warga Perumahan BIP Cipatat Keluhkan Bau dan Lalat Diduga Dari Limbah Kandang Ayam

"Kita disini sudah sekitar 8 tahun, bau menyengat dan lalat ini ada sejak kami pindah kesini. Ini dari limbah kandang ayam,"

Gerbang perumahan Bumi Indah Parahyangan (BIP) di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat KBB. (foto : Cep)

BANDUNG BARAT, InfoLensaNews.id – Puluhan Kepala Keluarga (KK) di Perumahan Bumi Indah Parahyangan (BIP) Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan bau menyengat dan lalat.

Bau menyengat dan lalat itu diduga berasal dari limbah kandang ayam yang posisinya di atas perumahan mereka tinggal.

Limbah dari kandang ayam di lahan milik Perumahan BIP. (foto : dok/indolensa)

Pantauan dil lokasi, limbah dari kandang ayam itu keluar ke lahan milik Perumahan BIP yang menimbulkan bau menyengat dan lalat ke pemukiman warga.

Salah satu warga Perumahan BIP, Edo Simanjuntak (37) mengatakan, kondisi bau menyengat dan lalat dikediamannya telah berangsur bertahun-tahun.

“Kita disini sudah sekitar 8 tahun, bau menyengat dan lalat ini ada sejak kami pindah kesini. Ini dari limbah kandang ayam,” kata Edo di Cipatat Rabu, (27/8/2025).

Ia menyatakan, bau menyengat dan lalat tersebut membuat tidak nyaman semua warga yang tinggal di perumahan. Bahkan, ada sejumlah yang sakit diduga akibat bau menyengat yang dihirup setiap hari.

“Kita sebenarnya gak nyaman, bahkan tetangga ada yang sakit akibat dampak bau ini. Pagi kita buka pintu bukan udara segar yang kita hirup, tapi baunya sampai malam,” ujar Edo.

Ia menambahkan, sebenarnya semua warga perumahan tidak keberatan dengan adanya kandang ayam tersebut. Namun, mereka berharap tidak menimbulkan bau menyengat sehingga lalat pun tak memenuhi kediamannya.

“Kita berharap pemerintah bisa secepatnya mengatasi persoalan ini, jangan sampai ngeluarin bau. Kita mah ga masalah ada kandang ayam cuma jangan sampai bau, jadi minta kita solusinya,” ucapnya.

Ketua RT setempat, Asep Hendra Cipta membenarkan bau menyengat tersebut telah berangsur bertahun-tahun. Menurutnya, bau menyengat itu akibat penanganan limbah yang kurang baik.

“Pada intinya bau ini dampak dari kandang ayam, bahkan cara penanganan limbahnya itu dialirkan ke tanah perum tanpa diolah dengan seharusnya,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah berupaya melaporkan persoalan tersebut ke Satgas Citarum Harum. Dari situ, mengalami perubahan sehingga bau yang ditimbulkan tidak terlalu menyengat lantaran mendapat bantuan penanganan.

“Ini kan bukan masalah baru, cuman masalah ini sempat diurus sama pengurus sebelumnya ke desa dan kecamatan. Cuman kata beliau (pengurus lama) dari desa dan kecamatan gaada,” jelas Asep.

“Kalau saya melanjutkan yang dilakukan kemarin ke Citarum Harum tiga kali bahkan, setelah ada dari Citarum Harum jadi ada perubahan jadi ga terlalu bau. Tapi udah beberapa ini bau lagi,” imbuhnya.

Kemudian, pihaknya telah berusaha melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat. “Respon DLH KBB kemarin katanya akan segera dilaporkan ke bagian tindakan,” ujarnya.

Asep berharap, Pemkab Bandung Barat bisa segera menangani persoalan tersebut lantaran dikhawatirkan berdampak luas kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Citatah, Ahmad mengatakan, pihaknya selama ini belum menerima laporan keluhan bau menyengat dan lalat dari warga perumahan BIP.

“Belum ada laporan apa-apa selama ini, kalau ada laporan mah ya tinggal tindaklanjut saja,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Camat Cipatat, Sulaena Faisal bahwa belum ada laporan ke pihak kecamatan tentang keluhan bau menyengat dan lalat di perumahan BIP.

“Yang jelas sepengetahuan saya laporan resmi saya belum membaca. Tapi semestinya limbah apapun tidak berdampak negatif buat warga,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya berencana bakal meninjau ke lokasi yang dikeluhkan warga perumahan BIP, untuk menentukan solusi kongkret bagi masyarakat. “Saya akan cek ke lokasi sejauh mana dampak ini timbul,” pungkasnya. ***

Hingga saat ini, pihak developer dan perusahaan ayam masih diupayakan untuk dimintai keterangan.