Daerah  

Pemkot Cimahi Genjot Infrastruktur Kesehatan

puskesmas
Pembangunan Puskesmas Melong Tengah ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. *(photo: istimewa)

CIMAHIl, InfoLensaNews.id – Pemerintah Kota Cimahi mulai membangun kembali Puskesmas Melong Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Cimahi Selatan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Proses pembangunan diawali dengan pembongkaran gedung lama yang dilaksanakan pada Senin (23/6/2026).

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Setelah sebelumnya berhasil membangun Puskesmas Cibeureum beserta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), tahun ini pembangunan difokuskan pada Puskesmas Melong Tengah.

Adhitia menjelaskan, wilayah Melong memiliki karakteristik khusus karena merupakan salah satu kawasan dengan jumlah penduduk yang cukup besar serta berbatasan langsung dengan Kota Bandung. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan terhadap layanan kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Karena itu, selain pembangunan fisik puskesmas, Pemerintah Kota Cimahi juga berencana memperluas inovasi pelayanan kesehatan di kawasan tersebut. Salah satunya melalui pengembangan layanan klinik sore yang memungkinkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan setelah jam kerja.

“Kami ingin pelayanan kesehatan semakin mudah diakses. Karena itu kami mendorong hadirnya klinik sore agar masyarakat yang tidak sempat berobat pada pagi hari tetap bisa memperoleh layanan kesehatan,” ujarnya.

Pembangunan Puskesmas Melong Tengah dilakukan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dengan nilai pagu sekitar Rp. 5,1 miliar.

Gedung baru tersebut dirancang untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal, termasuk penguatan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) yang saat ini menjadi arah kebijakan nasional di bidang kesehatan.  *