BANDUNG BARAT, InfoLensaNews.id – Camat Cipatat, Sulaena Faisal meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan alat pengelolaan limbah PT Agro Budi.
Hal itu menyikapi pembatalan penutupan sementara pengelolaan limbah PT Agro Budi di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat oleh DLH Kabupaten Bandung Barat.
Faisal menyatakan, ada dua masalah yang menjadi keluhan warga Perumahan Bumi Parahyangan Indah (BIP) yaitu, bau kurang sedap dan serbuan lalat terhadap tempat tinggal mereka.
“Saya harap DLH dan Dispernakan KBB bisa lebih ketat memonitoring penggunaan alat yang digunakan oleh perusahaan peternakan ayam itu. Karena bau dan lalat itukan tidak 24 jam atau temporer,” kata Faisal di Cipatat, Kamis (11/9/2025).
Meski hasil musyawarah akan ada penutupan sementara pengelolaan limbah perusahaan peternakan ayam, pihaknya mengapresiasi PT Agro Budi lantaran telah mengambil langkah cepat dalam penanganan masalah limbah.
“Karena yang paling penting keluhan masyarakat tentang bau dan serbuan lalat ini bisa tuntas. Maka saya harap DLH dan Dispernakan bahwa peralatan yang digunakan ini bisa menyelesaikan dua masalah itu,” ucap Faisal.
Ia juga meminta DLH dan Dinas Perikanan dan Peternakan Bandung Barat harus selalu siap, jika masalah yang diduga dari limbah kotoran ayam tersebut kembali dialami oleh masyarakat.
“Ketika esok lusa ternyata masih ada dampak bau dan lalat, teman-teman DLH dan Dispernakan bisa on call karena ini untuk bukti di lapangan,” tuturnya.
Menurutnya, jika di kemudian hari masalah ini timbul lagi, artinya pengelolaan limbah kotoran ayam dengan sistem pembakaran itu belum bisa menyelesaikan masalah.
“Kalau dampaknya masih seperti itu, kami dan dinas-dinas terkait harus mengambil langkah yang lebih tegas. Artinya penggunaan metoda pembakaran itu belum menyelesaikan masalah,” ujarnya.
Sehingga diperlukan penanganan yang lebih matang tentang pengelolaan limbah kotoran ayam tersebut. “Tapi mudah-mudahan dengan langkah yang diambil perusahaan hari ini bisa menyelesaikannya masalah dua itu,” terangnya.
Faisal menambahkan, pihaknya masih menunggu laporan secara resmi dari DLH dan Dinas Perikanan dan Peternakan KBB terkait penanganan keluhan warga tentang bau dan serbuan lalat tersebut.
“Saya menunggu laporan resmi dari DLH dan Dispernakan berkaitan penyelesaian masalah ini, karena harus disampaikan kepada warga dan harus diberi penjelasan,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, batalnya penutupan sementara pengelolaan limbah kotoran ayam PT Agro Budi Jaya di Desa Citatah itu lantaran perusahaan telah menunjukan proses perbaikan pengelolaan limbah ternaknya.
“Jadi pihak perusahaan sudah melakukan progres perbaikan pengelolaan limbah ternaknya. Jadi yang tadinya mau dilakukan pemasangan PPLH Line pada bak penampung dan konveyornya ga jadi (batal),” Kabid Tata Kelola Lingkungan Hidup pada DLH KBB, Zamilia Moreta. *(Mat)






