BANDUNG BARAT, InfoLensaNews.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaksanakan pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) bagi para pekerja korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), untuk menciptakan wirausaha baru.
Pelatihan dan Bimtek itu diikuti puluhan buruh korban PHK dari Koalisi 6 serikat pekerja KBB yang terdiri dari, SPN, FSPMI, LEM, KEP SPSI, GOBSI dan SBSI’92.
Kepala Disperindag KBB, Ricki Riyadi mengatakan, pelatihan dan bimtek tersebut dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mencipatkan wirausaha baru di Kabupaten Bandung Barat.
“Peserta pelatihan dan bimtek ini adalah para pekerja yang terkena PHK oleh perusahaanya. Kegiatan ini digelar untuk menciptakan wirausaha baru di KBB,” Ricki usai kegiatan pelatihan dalam rangka penciptaan dan pendampingan kelompok usaha baru di Lembang, Kamis (15/5/2025).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari mulai dari, 15-16 Mei 2025 besok. Saat kegiatan berlangsung, para buruh korban PHK itu diberi arahan untuk membentuk kelompok usaha.
Rencananya, kelompok usaha yang diisi oleh para korban PHK itu bakal diberi bantuan peralatan dari Pemkab Bandung Barat.
“Karena bantuan peralatan itu tidak bisa untuk perorangan tapi harus berkelompok. Kemudian usahanya apa, sehingga nanti oleh Disperindag dijadikan dasar untuk diberikan bantuan peralatan,” jelas Ricki.
Sementara itu, Ketua Koordinator Koalisi 6 Serikat Pekerja KBB, Dede Rachmat sangat menyambut baik langkah yang diambil Disperindag KBB bagi para buruh korban PHK tersebut.
“Respon kita serikat pekerja sangat baik, karena selama ini pemerintah tidak pernah hadir untuk warga yang jadi korban PHK. Ini baru pertama kali dilakukan bukan hanya di KBB tapi khususnys di Jawa Barat,” kata Dede.
Ia menjelaskan, pelatihan kali ini lebih cenderung ke pembentukan karakter para buruh yang jadi korban PHK. Rencananya, pelatihan itu akan digelar secara rutin oleh Pemkab Bandung Barat.
“Saat ini lebih cenderung ke pembentukan karakternya, karena pelatihan ini bukan kali ini saja, tapi akan dilakukan secara terus menerus,” jelas Dede.
“Nantinya mungkin akan lebih ke praktek, entah itu nanti ke bidang peternakan atau menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kegiatan pelatihan tersebut bakal berdampak positif bagi para pekerja yang menjadi korban PHK dan dapat mengurangi jumlah pengangguran di Bandung Barat.
“Karena kalau warga sudah terkena PHK dan kehilangan pekerjaanya sudah tidak bisa usaha apa-apa. dengan adanya pelatihan ini harapan kita warga KBB bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” pungkasnya.






